
Kabarnya IP-nya hanya 1 komaan, pantas saja yang dibakar pocong. Bukan demo sehat. Eh ternyata sebelumnya ada 2 staf dari UIR yang kedapatan perkosa bocah sampai hamil 7 bulan. Biadab!
Pemberitaan kasus-kasus perkosaan yang dilakukan oleh oknum sekolah atau pendidikan itu sering terjadi. Maka ketika ada kasus mengenai pemerkosaan yang dilakukan oleh staff UIR beberapa hari silam, itu adalah hal yang tidak terlalu digubris.
Tidak ada yang menarik dan tidak perlu diperbincangkan kasus-kasus ini. Berita itu hanya mengisi sebagian kecil atensi dari warga yang membaca berita.
Tapi setelah ada demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa UIR Pekanbaru sambil membakar pocong yang ditempelkan foto Jokowi, semua orang langsung terpana melihat kepada kampus itu.
Banyak orang yang mendadak menjadi ahli forensik, melakukan forensik sederhana, dengan mengetik kata kunci alias keyword dari UIR Pekanbaru. Semua berita pun muncul.
Dari bagian sisi akademis, berita demonstrasi, ketua BEM yang pernah bersama Sandi si juragan kardus, sampai dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh stafnya.
Tuhan menciptakan manusia denga kemampuan forensik dan meneliti lebih jauh lagi mengenai kasus-kasus seperti ini. Manusia diberikan akal, hikmat dan makrifat yang cukup untuk menilai sesuatu.
Konsep nilai manusia itu dipengaruhi oleh sejarah yang manusia itu dapatkan. Melihat dari kampus UIR, yang stafnya ditangkap karena memperkosa anak bocah, kita tahu bagaimana situasi kampus tersebut. Mencekam. Mereka tentu malu. Wajah mereka tercoreng karena kasus ini.
Ketakutan mereka ini menjadi sebuah hal yang wajar. Tidak ada sekolah yang ingin reputasinya hancur karena kasus pemerkosaan ini. Tidak ada rektor yang ingin sekolah tinggnya dipermalukan sedemikian. Tidak ada. Tentu tidak ada. Penulis jamin. Semua perusahaan pun tidak ingin begitu, bukan?
UIR Pekanbaru, Stafnya Perkosa Bocah, Mahasiswanya Bakar Pocong
Setelah stafnya seperti itu… Eh… Mahasiswanya lagi yang katanya IP-nya kecil itu malah melakukan demonstrasi meminta Jokowi turun. Turun dari mana? Dari pesawat ya iya. Tapi turun dari kepresidenannya, ya tidak bisa.
Kalian ini mahasiswa apa sih? Mau coba ikut-ikuti tahun 1998? Tidak bisa. 1998 itu gerakan yang suci, yang tidak bisa dibandingkan dengan mahasiswa 2018 yang bakar pocong itu. Mahasiswa 1998 bakar semangat. Sedangkan 2018 bakar pocong. Kan dungu.
Tidak heran deh dengan kampus ini. Staffnya saja tertangkap memerkosa anak bocah sampai hamil 7 bulan. Mahasiswanya ya begitu. Tidak heran. Tidak jelas sekali bukan? Sebenarnya begini.
Seharusnya kalian jangan bawa-bawa atribut agama. Nama besar agama itu dipertaruhkan dan digenggam oleh orang-orang yang demikian.
Dasar manusia dungu! Pemerkosa bocah SD dan pembakar pocong. Dan kalian mendukung Sandiaga Uno? Wah kalau begitu, penulis tidak akan mendukung Sandiaga Uno, karena didukung oleh mahasiswa UIR yang bakar pocong itu. Kenapa tidak sekalian diperkosa pocongnya? Semoga saja tidak dilakukan ya. #JokowiLagi



0 komentar:
Posting Komentar